Ketua RW 011/3 Bidara Cina: Pancasila Bukan Sekadar Pelajaran Ujian, Harus Ada Implementasi Nyata di Masyarakat

Jakarta Timur – Bernasindo.com

Usai pelaksanaan Roadshow Pancasila bertema “Pancasila Sebagai Benteng Tangguh di Tengah Krisis Multi Fungsi” di Kantor Sekretariat RW 011/3 Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026) malam, Ketua RW 011/3, Bapak H. Misbach memberikan keterangan eksklusif kepada Wartawan

Dalam wawancara yang dilakukan di dalam ruangan dengan duduk di sofa bersama jajaran PPMPN, H. Misbach menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Pancasila bagi warga Bidara Cina.

“Bagi warga Bidara Cina sendiri, kalau kita lihat materi tadi istilahnya pemahaman ya, pemahaman pengamalan manusia terhadap Pancasila,” ujar H. Misbach membuka wawancara.

Ia berharap masyarakat di lingkungannya tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi benar-benar sadar dan mengerti makna mendalamnya.

“Ya paling tidak di dalam lingkungan kita ini betul-betul masyarakat ini betul-betul sadar mengerti Pancasila, bukan hanya sekedar bicara, pembicara, kalau masyarakat sambutan saya gitu kan,” tegasnya.

 

Menurut H. Misbach, selama ini Pancasila seringkali hanya dianggap sebagai mata pelajaran sekolah untuk keperluan ujian saja. Padahal, nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Jadi Pancasila bukan karena hanya sebagai pelajaran untuk mau ujian, setelah itu yang perlu implementasinya,” tambahnya.

Ia juga melihat ada perkembangan positif di masyarakat saat ini, di mana kesadaran akan pentingnya Pancasila mulai tumbuh kembali.

“Di masyarakat kan benar-benar ya, insyaallah kalau sekarang ini masyarakat mulai masing-masing ada yang sadar dan kita akan tetap menindaklanjuti dan kegiatan kita sehari-hari dalam melakukan tugas,” tutupnya sambil mengakhiri wawancara dengan ucapan terima kasih.

 

Roadshow Pancasila yang digelar oleh Program Pembangunan Manusia Pancasila (PPMPN) tersebut sebelumnya dihadiri oleh Lurah Bidara Cina, Camat, Bimaspol, Dawis, PKK, LSM GMBI, Serikat Pengemudi Online, dan FBR Timur. Kegiatan diisi dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, sambutan, materi Pancasila sistematis dan dialektika panca indera, sesi tanya jawab, hingga doa penutup.

 

(Yuli)