PALEMBANG
Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, SIK, MH, menerima audiensi Personel Satuan KBRN Korps Brimob Polri yang bertugas sebagai pendamping instruktur pada kegiatan pengoperasian kendaraan khusus, pelacakan, deteksi dini, dan analisa Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) yang dilaksanakan di Mako Satbrimob Polda Sumsel.
Kegiatan audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antara Satuan KBRN Korbrimob Polri dengan Satbrimob Polda Sumsel guna mendukung peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman KBRN.
Dalam pertemuan tersebut, Dansat Brimob Polda Sumsel menyampaikan penghargaan kepada Personel Satuan KBRN Korbrimob Polri yang hadir sebagai pendamping instruktur. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan transfer pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepada personel Satbrimob Polda Sumsel, khususnya dalam pengoperasian kendaraan khusus KBRN, penggunaan alat pelacakan dan deteksi dini, serta analisis terhadap ancaman bahan berbahaya sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol mengatakan bahwa perkembangan situasi keamanan menuntut setiap personel Brimob untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan teknis, termasuk di bidang penanggulangan ancaman Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir.
“Kemampuan KBRN merupakan salah satu kemampuan khusus yang harus dimiliki personel Brimob. Melalui kegiatan pendampingan instruktur dari Satuan KBRN Korbrimob Polri ini, kami berharap seluruh personel dapat meningkatkan kompetensi, memahami prosedur operasional secara menyeluruh, serta mampu mengoperasikan kendaraan khusus maupun peralatan KBRN secara profesional sehingga siap menghadapi berbagai bentuk ancaman yang berpotensi membahayakan masyarakat,” ujar Dansat Brimob.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pelatihan kemampuan personel guna mendukung pelaksanaan tugas Korps Brimob Polri sebagai satuan elite Polri yang memiliki kemampuan khusus dalam penanggulangan ancaman berintensitas tinggi, termasuk ancaman KBRN.
(Benta)
