Wadankorbrimob Polri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Garuda Bakti 2026, Siap Amankan FIFA ASEAN Cup di Jawa Barat

 

BANDUNG – Wakil Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, selaku Wakil Kepala Operasi Pusat (Wakaopspus) memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Garuda Bakti 2026 dalam rangka pengamanan pertandingan sepak bola FIFA ASEAN Cup 2026 di Lapangan Panahan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/9/2026).

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Ketua Asprov PSSI Jawa Barat Vivin Cahyani, para Pejabat Utama Polda Jawa Barat, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, dan stakeholder terkait.

Kegiatan ini menjadi momentum pengecekan kesiapan akhir personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran pengamanan ajang olahraga internasional yang akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Wadankorbrimob Polri membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan kepercayaan strategis bagi Indonesia, tidak hanya untuk mendorong perkembangan sepak bola nasional, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu menyelenggarakan kegiatan internasional secara aman dan profesional.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor, sehingga seluruh rangkaian pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 dapat terlaksana secara optimal,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Wadankorbrimob Polri.

Dalam amanatnya, Kapolri menjelaskan bahwa Operasi Kepolisian Terpusat Garuda Bakti 2026 dilaksanakan selama 16 hari, mulai 21 September hingga 6 Oktober 2026, dengan melibatkan 5.641 personel, terdiri atas 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro Jaya, serta 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat.

Pengamanan tersebut tidak hanya difokuskan di dalam stadion, tetapi juga mencakup titik kedatangan, akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan pemain dan ofisial, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, serta berbagai lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolri juga menekankan pentingnya mengantisipasi sejumlah potensi kerawanan, antara lain kepadatan penonton, dinamika antarsuporter, kepatuhan terhadap tiket dan barang bawaan, kepadatan lalu lintas, kriminalitas, serta penyebaran hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian di ruang digital.

“Menghadapi berbagai kerawanan tersebut, seluruh jajaran harus mampu bertindak secara cepat, tepat dan terkoordinasi,” tegas Kapolri dalam amanatnya.

Untuk itu, seluruh personel diminta melaksanakan pengamanan secara berlapis, meningkatkan pemeriksaan tiket, orang dan barang bawaan, serta melaksanakan sterilisasi venue, hotel, lokasi latihan, dan jalur pergerakan pemain maupun ofisial. Kapolri turut menginstruksikan kesiapan rekayasa lalu lintas, patroli terbuka dan tertutup, patroli siber, pengamanan antiteror, Jibom, antidrone, serta rencana kontinjensi dan layanan kedaruratan medis.

Sebanyak 1.200 personel dilibatkan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Garuda Bakti 2026, yang terdiri dari 80 personel TNI, 720 personel Polri, 200 personel instansi terkait, dan 200 steward. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan, unsur TNI-Polri, PSSI, panitia penyelenggara, serta pemangku kepentingan terkait.

Usai pelaksanaan apel, Wadankorbrimob Polri melaksanakan peninjauan dan pengecekan venue pertandingan serta lokasi latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan pengamanan secara menyeluruh melalui sinergi lintas instansi.

Menutup amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI-Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, PSSI, panitia penyelenggara, steward, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasi.

“Keberhasilan pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan tanpa gangguan, tetapi juga ditentukan oleh terjaminnya keselamatan pemain, official, suporter dan masyarakat, kelancaran mobilitas, kualitas pelayanan, serta terciptanya rasa aman di seluruh rangkaian kegiatan,” pesan Kapolri.