Sudinkes Gencarkan Pelacakan Tuberkulosis Lewat Program CKG

 

Bernasindo.com, Jakarta –Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggencarkan giat tracking atau pelacakan kasus Tuberkulosis (TB) terintegrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 578 titik yang tersebar pada 44 kelurahan se-Jakarta Pusat.

Pelacakan TB terintegrasi CKG di Jakarta Pusat (Jakpus) dilaksanakan mulai awal Agustus hingga Oktober 2026 menargetkan sebanyak 57.800 warga diperiksa.

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengintrusikan seluruh jajaran kecamatan, kelurahan agar menggerakkan kader di antaranya Dasawisma, RT, RW, Jumantik dan sebagainya untuk mendukung giat pelacakan TB terintegrasi CKG agar target pemeriksaan tercapai secara maksimal.

“Saya meminta lurah bersama kader mendampingi tim Sudinkes Jakarta Pusat saat melakukan pelacakan TB terintegrasi CKG di lapangan,” ujarnya, di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Senin (3/8).

Arifin optimis pendampingan bersama lurah, pengurus RT/RW beserta kader, semakin banyak warga Jakarta Pusat mendapat edukasi seputar penanganan kasus TB secara cepat dan tepat.

“Serta hasil temuan di lapangan yang diperoleh secara maksimal dan tim kesehatan juga secara cepat dan tepat melakukan penanganan medis jika menemukan kasus TB,” paparnya.

Sementara itu, Kasudin Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Ilmi Tri Indiarto mengimbau warga tidak khawatir dan takut saat dilaksanakan pelacakan TB tertintegrasi CKG.

“Penyakit TB dapat disembuhkan dengan mengikuti anjuran dokter yakni meminum obat secara rutin minimal selama enam bulan lamanya,” paparnya.

Ia menjelaskan, giat pelacakan TB terintegrasi CKG sudah dimulai pada awal Agustus hingga Oktober mendatang yang dilaksanakan di 578 titik dengan target sebanyak 57.800 warga.

“Di setiap titik pemeriksaan, tim akan memeriksa kesehatan sebanyak 100 warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pengobatan kepada warga yang mengidap TB minimal enam bulan lamanya.

“Kami juga akan melakukan investigasi dan pemeriksaan terkait kontak erat antara pasien TB dengan orang terdekat untuk menemukan kasus serupa sehingga dapat segera.dilakukan pengobatan,” tambahnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta dari Januari hingga 31 Juli 2026 ditemukan sebanyak 3.174 kasus TB tersebar di 44 kelurahan yang sudah menjalani pengobatan.

 

(Rls/Kominfotik JP)