SPKA Puji Keputusan Presiden Ambil Alih Penugasan KCIC Demi Stabilitas KAI

Bernasindo.com, Jakarta-– Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) menegaskan agar pemerintah memastikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak terbebani secara finansial akibat proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum SPKA, Edi Suryanto, sebagai bentuk dukungan sekaligus pengingat atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang resmi mengambil alih penugasan proyek strategis nasional tersebut.

Menurut Edi, langkah Presiden merupakan keputusan yang bijak karena menegaskan kehadiran negara dalam menjaga keseimbangan antara kebanggaan nasional dan keberlanjutan operasional KAI. Ia menyebut proyek KCIC sebagai simbol kemajuan, namun perlu pengelolaan keuangan yang hati-hati agar tidak menjadi beban jangka panjang bagi BUMN transportasi itu.

“Proyek KCIC ini adalah kebanggaan nasional, tapi jangan sampai kebanggaan itu menjadi beban bagi KAI. Negara harus hadir untuk memastikan keberlanjutan operasional tetap sehat, dan pelayanan kepada masyarakat tetap meningkat,” ujar Edi dalam keterangan resminya, Senin (10/11/2025).

Edi menambahkan, keberhasilan proyek KCIC harus diiringi dengan dukungan kebijakan yang berimbang agar tidak mengganggu layanan kereta reguler yang masih menjadi tulang punggung transportasi rakyat. SPKA, kata dia, akan terus mengawal proses restrukturisasi dan mendorong pemerintah untuk memastikan sistem pembiayaan proyek tidak membebani keuangan perusahaan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Presiden dan manajemen KAI yang terus menjaga kesinambungan pelayanan publik. Namun kami juga berharap agar negara tetap mengambil tanggung jawab atas penugasan besar seperti KCIC, karena rakyatlah yang akhirnya harus tetap dilayani,” tegasnya.

Edi juga mengingatkan bahwa semangat pembangunan transportasi modern harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap sejarah dan nilai pengabdian di tubuh KAI. Ia menyinggung sosok pahlawan nasional Insinyur Haji Juanda sebagai inspirasi bagi insan perkeretaapian untuk menjaga marwah bangsa.

“Seperti pesan Juanda, membangun Indonesia bukan sekadar soal infrastruktur, tapi juga soal menjaga kedaulatan dan keseimbangan. Kami ingin memastikan KAI terus kuat, mandiri, dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia,” tutup Edi. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *