Dansat Brimob Polda Sumsel Bersama Karoops dan Kapolres Tinjau Lahan Karhutla di Teluk Limau

 

MUARA ENIM – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan terus diperkuat melalui sinergi lintas satuan dan kewilayahan. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, SIK, MH, bersama Karoops Polda Sumsel serta Kapolres Ogan Ilir, Kapolres Banyuasin dan Kapolres Muara Enim, melakukan peninjauan langsung ke lokasi karhutla di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan yang terdampak kebakaran sekaligus memastikan kesiapan personel dan strategi penanganan karhutla di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memeriksa kondisi lahan gambut serta titik-titik yang masih memiliki potensi munculnya asap maupun bara api. Karakteristik lahan gambut menjadi perhatian khusus karena bara dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan. Sebelumnya, areal yang terdampak di Desa Teluk Limau dilaporkan mencapai sekitar 80 hektare dan memerlukan penanganan dengan metode khusus.

Selain melakukan pengecekan lokasi, kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan menggunakan Formula X-Fires 01 Slog Polri. Simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi karakteristik karhutla, khususnya di wilayah lahan gambut.

Dalam pelaksanaannya, personel memperagakan tahapan penanganan mulai dari penyiraman dan perendaman area terdampak hingga pencarian kembali titik-titik bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Pola penanganan secara bertahap dan terukur diperlukan untuk memastikan api maupun bara di bawah permukaan dapat dikendalikan secara maksimal.

Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, SIK, MH, menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kecepatan, presisi, serta koordinasi yang kuat antarinstansi dan antarwilayah.

Menurutnya, kondisi lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan lahan mineral sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan sinkronisasi api yang terlihat di permukaan. Setiap titik yang masih mengeluarkan asap atau memiliki indikasi bara harus ditangani secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul dan menjalar ke area lainnya.

Penggunaan Formula X-Fires 01 Slog Polri dalam simulasi yang diharapkan semakin meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, peralatan, pola koordinasi dan teknik pemadaman yang diterapkan.

Sinergi antara Satbrimob Polda Sumsel, Karoops Polda Sumsel serta jajaran Polres Ogan Ilir, Banyuasin dan Muara Enim menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

Melalui peninjauan dan simulasi tersebut, penanganan karhutla yang diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur dan terpadu, sehingga potensi kebakaran yang meluas dapat ditekan serta masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi dapat terlindungi.

Satbrimob Polda Sumsel terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dalam setiap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, dengan mengedepankan sinergi, kesiapsiagaan dan penggunaan metode penanganan yang efektif.

 

(Benta)