BERNASINDO.COM, JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda organisasi warga di Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen. Kebakaran yang terjadi pada Kamis (20/8) malam itu menghanguskan sekitar 15 rumah di wilayah RW 02, meliputi RT 08 dan RT 09.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak pada 35 kepala keluarga (KK) atau sekitar 95 jiwa.
“Lebih kurang berdasarkan data yang ada sementara ini, dilaporkan ada 15 rumah dengan jumlah KK 35 KK. Kemudian jumlah jiwa ada 95 jiwa,” kata Arifin.
Pemkot Jakarta Pusat bersama jajaran dinas terkait langsung menyiapkan lokasi pengungsian di SDN 05 Paseban. Tenda pengungsian ditempatkan di area luar kelas sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas olahraga siswa.
Selain tempat pengungsian, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap kebutuhan warga terdampak, termasuk anak-anak yang masih bersekolah.
Arifin mengatakan sejumlah warga melaporkan pakaian seragam, tas, hingga perlengkapan sekolah anak ikut terbakar. Pemkot akan membantu memenuhi kebutuhan tersebut agar para siswa dapat kembali bersekolah.
“Sudah didata anak sekolah SD, SMP, SMA, laki-laki dan perempuan. Mereka melaporkan pakaian sekolah dan perlengkapan sekolah yang terbakar. Tentu kita akan membantu untuk persiapan mereka bisa sekolah kembali,” ujarnya.
Tak hanya kebutuhan pendidikan, layanan administrasi kependudukan juga disiapkan bagi warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) membuka posko pelayanan untuk membantu warga mengurus kembali dokumen-dokumen yang terbakar, seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.
Pemkot juga akan membantu mempublikasikan kembali sejumlah kartu layanan publik milik warga, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, serta kartu layanan gratis Transjakarta.
“Semua akan kami perbarui, kami akan berikan yang baru. Tentu kerja samanya, warga yang memang membutuhkan untuk dilaporkan,” kata Arifin.
Sementara itu, layanan kesehatan juga disiapkan di lokasi pengungsian. Puskesmas menurunkan tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan warga, termasuk mereka yang memiliki penyakit dan membutuhkan obat rutin.
Arifin mengatakan kebutuhan logistik dan bantuan lainnya juga terus diinventarisasi bersama BPBD, PMI, dan unsur terkait.
Pemkot, kata dia, masih melakukan pendataan untuk menentukan kebutuhan warga, termasuk kemungkinan dukungan pembangunan kembali rumah yang terdampak kebakaran.
“Kita data dulu berapa rumah yang terdampak, yang terbakar. Nanti mungkin ada dukungan untuk pembangunan rumah. Kita coba inventarisasi dulu apa yang bisa kita bantu,” ujarnya.
Warga Diminta Waspada Kebakaran
Arifin juga mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia menyebut kondisi kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik akibat korsleting listrik maupun aktivitas pembakaran sampah.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.
“Saya mengajak seluruh warga untuk bisa menjaga lingkungan, tidakWali Kota Jakpus Arifin Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran Paseban ada yang bakar-bakar sampah. Kemudian cek kembali instalasi listriknya, jangan digunakan yang berlebihan yang bisa menimbulkan korsleting listrik,” tutur Arifin.
Arifin berharap seluruh warga yang terdampak dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan sehingga beban akibat musibah kebakaran dapat diminimalkan,” ucapnya.(***)
