TNI Angkatan Laut (Surabaya)
Korps Marinir TNI Angkatan Laut bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 217 personel Marinir dari Pasmar 2 Surabaya dikerahkan dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal), membawa kekuatan Zeni, kesehatan, peralatan pendukung, hingga bantuan sosial untuk memperkuat penanganan dan pemulihan pascabencana.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB. Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Merespons kondisi tersebut, Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., segera mengerahkan pasukan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Sebanyak 217 personel tersebut diperkuat unsur kesehatan, Zeni Konstruksi, kesehatan lapangan, dukungan lapangan, angkutan, komunikasi, serta unsur pendukung lainnya. Kehadiran pasukan Zeni Konstruksi Marinir dipersiapkan untuk membantu penanganan dan pemulihan sarana maupun prasarana yang terdampak, sementara personel kesehatan disiapkan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.
Tak hanya membawa personel, Korps Marinir turut mengerahkan berbagai peralatan untuk mendukung operasi kemanusiaan. Di antaranya satu unit dozer dan satu excavator, serta dump truck, truk angkut, ambulans, kendaraan operasional, perlengkapan Durlap dan Keslap, toolkit tukang, velbed, tenda, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Bersamaan dengan pengerahan pasukan, Korps Marinir juga membawa sekitar 3 ton bantuan sosial. Bantuan tersebut terdiri atas sekitar 2 ton bahan pangan pokok serta lebih dari 1.450 koli dan ratusan dus kebutuhan vital, meliputi beras, makanan siap saji, mi instan, air mineral, perlengkapan dapur, hingga kebutuhan khusus ibu dan bayi seperti bubur bayi, minyak telon, popok dan pembalut.
Bantuan kemanusiaan itu juga dilengkapi perlengkapan ibadah, Al-Qur’an, pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak, serta selimut. Seluruh bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat pascagempa.
Pengerahan personel dan material dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, diawali dengan pengecekan dan apel kesiapan di Yonzikon 2 Mar, kemudian dilanjutkan pergerakan menuju Dermaga Semampir Koarmada II untuk proses embarkasi ke KRI SHS. Rencananya, kapal tersebut bergerak menuju Flores dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Jumat, 21 Agustus 2026 pagi waktu setempat.
Pangkormar menegaskan, kehadiran prajurit Marinir di Flores bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan. “Prajurit Petarung Korps Marinir harus selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Kami hadir untuk membantu, melindungi dan meringankan beban saudara-saudara kita di Flores,” ujarnya. Dari Surabaya menuju Flores, para prajurit membawa tenaga, keahlian, peralatan, dan bantuan dengan satu pesan kemanusiaan: masyarakat terdampak gempa tidak sendiri.
(Benta)
