Dari Berbagai Penjuru, Satuan Brimob Polda Berdatangan Perkuat Pemulihan Pascagempa NTT

 

Korbrimob Polri bersama sejumlah Satuan Brimob Polda terus memperkuat penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) silam.

 

Hingga hari kelima pascagempa, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menerjunkan jajarannya untuk memperkuat Satuan Brimob Polda NTT dalam upaya melakukan pemulihan pascabencana. Dukungan datang di antaranya dari *Satbrimob Polda Bali* yang pada Selasa (18/8/2026) memberangkatkan 10 personel untuk melaksanakan BKO ke Polda NTT. Dansatbrimob Polda Bali Kombes Pol. Febryanto Siagian memimpin apel sekaligus memberikan arahan kepada personel yang akan melaksanakan tugas BKO. Selanjutnya personel melaksanakan Serpas menuju Pelabuhan Padang Bai untuk selanjutnya menyeberang menuju wilayah Polda NTT. Satbrimob Polda Bali menerjunkan 1 unit Kendaraan Dapur Lapangan, 1 Unit Kendaraan Water Treatment dan 1 Unit kendaraan Double Cabin.

 

Sementara itu, *Satbrimob Polda Jawa Timur* bersama jajaran Polda Jatim turut mengirimkan personel dan bantuan kemanusiaan ke NTT pada Senin (17/8/2026). Bantuan tersebut meliputi bahan pangan, sekitar 23.429 liter air bersih dalam kemasan dan 853 kodi kebutuhan pengungsi, serta sarana pendukung berupa dua Kendaraan Khusus Dapur Lapangan, Kendaraan Penyedia Listrik Mandiri, dan dua unit Kendaraan Khusus Water Treatment untuk membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat.

 

Solidaritas juga datang dari wilayah tetangga, *Satbrimob Polda Nusa Tenggara Barat* yang turut mendukung pelepasan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Dansatbrimob Polda NTB Kombes Pol. Nadi Chaidir hadir mendampingi Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja dalam kegiatan pelepasan bantuan yang berlangsung di Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB pada Senin (17/8/2026).

 

Bantuan yang diberangkatkan berupa bahan kebutuhan pokok dan bantuan dasar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Sebanyak delapan kendaraan truk dilepas untuk membawa bantuan menuju Nusa Tenggara Timur.

 

Disamping itu, *Polda Metro Jaya* juga mengirimkan 12 truk bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Kebutuhan yang dikirim merupakan sejumlah kebutuhan dasar yang diperlukan para korban. Pengiriman bantuan dilepas Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri. Logistik yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar, seperti air mineral, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, dan makanan ringan. Selain itu, ada selimut dan sarung, alas tidur, serta terpal plastik berbagai ukuran.

 

Memasuki hari kelima pascagempa, Rabu (19/8/2026), Tim SAR dari *Pasukan Pelopor Korbrimob Polri* tidak hanya berfokus pada penanganan kedaruratan, tetapi juga memperkuat trauma healing dan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai.

 

Pendekatan humanis yang dipimpin oleh Kombes Pol. Hasripuddin selaku Pamendal Korbrimob Polri dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari tausiah dan pendampingan spiritual, cukur rambut gratis, penyediaan Wi-Fi gratis, pelayanan kesehatan hingga pembagian makanan siap saji. Kehadiran personel di tengah pengungsian diharapkan mampu memberikan dukungan moril sekaligus membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat selama masa pemulihan.

 

Di bidang kesehatan, Tim Kesehatan Korbrimob Polri memberikan pelayanan medis kepada warga sekaligus melakukan pemantauan lanjutan terhadap pasien di posko pengungsian. Korbrimob juga menyiapkan pembangunan toilet darurat sebagai upaya memenuhi kebutuhan sanitasi dan menjaga kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat.

 

Rangkaian pelayanan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana yang dilakukan Korps Brimob Polri tidak hanya berorientasi pada penyelamatan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat. Dari perkuatan personel, bantuan logistik, dukungan sarana dan prasarana hingga pelayanan kesehatan serta trauma healing, jajaran Brimob dari berbagai penjuru hadir bersama masyarakat NTT untuk membantu memulihkan kondisi sekaligus menumbuhkan kembali semangat warga untuk bangkit.

 

Gerakan kemanusiaan tersebut menjadi wujud nyata semangat Brimob untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Perbedaan wilayah dan jarak bukan menjadi penghalang untuk bergerak bersama, karena dalam menghadapi bencana, solidaritas, kepedulian, dan kemanusiaan menjadi kekuatan untuk membantu NTT bangkit kembali.

 

(Yuli)