Ekapada Banda Jala Nusa
Rabu, 15 April 2026
Koarmada RI menyelenggarakan kegiatan “Coffee Morning” sebagai wahana strategis untuk menyamakan persepsi, mempertajam analisis, serta merumuskan langkah antisipatif terhadap dinamika lingkungan strategis maritim yang semakin kompleks.
Kegiatan ini dibuka oleh Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, di lounge room “Matjan Tutul” Mako Armada RI. Dalam forum tersebut dibahas tentang kesiapan TNI Angkatan Laut, baik dari aspek hukum, operasional maupun diplomasi, dalam menghadapi potensi konflik bersenjata, khususnya yang melibatkan kapal asing di wilayah yurisdiksi nasional, dengan tetap menjunjung prinsip hukum internasional dan kepentingan Indonesia.
Diskusi ini juga menyoroti posisi geostrategis Indonesia sebagai “Coastal State” yang membawa konsekuensi besar terhadap pengelolaan keamanan laut. Di tengah meningkatnya kompleksitas pelanggaran hukum di laut, TNI AL, khususnya Koarmada RI, dituntut mampu menjamin sea control secara efektif, serta mengelola eskalasi konflik secara terukur dan profesional.
Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif, tidak sekadar wacana, namun menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, pengembangan doktrin, serta peningkatan kesiapan operasi TNI Angkatan Laut ke depan.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya seperti Laksda TNI (Purn) Antongan Simatupang, Laksda TNI (Purn) DR. Bambang Irwanto, M.Tr.Han., CHRMP., Laksda TNI (Purn) Kresno Buntoro, S.H., LLM., Ph.D., serta Kadiskumal Laksamana Pertama TNI Dr. Ali Ridho, S.H., M.M., M,Tr.Opsla. Acara “Coffee Morning” ini juga dihadiri oleh Komandan Satuan di bawah jajaran Koarmada RI, yang meliputi Koarmada I, Koarmada II, Koarmada III, dan seluruh Kodaeral baik secara daring maupun luring.
(Dispen Koarmada RI)
