BERNASINDO.COM, JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bergerak cepat menindaklanjuti temuan seorang anak berusia 10 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan dasar. Anak tersebut sebelumnya hanya sempat bersekolah di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan belum terdaftar di Sekolah Dasar (SD).
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, turun langsung menemui anak itu di kawasan Pasar Gaplok, Kelurahan Keramat, Kecamatan Senen, Jumat (27/3). Dalam dialog singkat, anak tersebut menyampaikan keinginannya untuk bersekolah—sebuah harapan yang selama ini belum terwujud karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Arifin menegaskan, pemerintah akan mengambil alih pemenuhan kebutuhan pendidikan anak tersebut secara menyeluruh. Ia memastikan proses pendaftaran hingga penyediaan perlengkapan sekolah akan difasilitasi tanpa biaya.
“Tidak ada kata terlambat untuk mulai sekolah. Yang penting ada kemauan, itu yang harus kita dorong,” kata Arifin di lokasi.
Selain memastikan akses pendidikan gratis dari jenjang dasar hingga menengah, Pemprov juga menyiapkan dukungan penunjang, mulai dari seragam, tas, hingga sepatu sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Tak berhenti di sektor pendidikan, intervensi juga dilakukan pada aspek kesejahteraan keluarga. Pemerintah menawarkan hunian di rumah susun sewa (rusunawa) dengan biaya terjangkau, sekaligus akses ke program pangan bersubsidi dan fasilitas transportasi umum gratis.
Lebih lanjut, Arifin menyebut adanya skema bantuan pendidikan lanjutan melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program tersebut membuka peluang bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.
Kasus ini, menurut Arifin, menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak yang luput dari sistem pendidikan formal. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan penjangkauan aktif untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal.
Turut hadir dalam acara ini Asisten Ekonomi dan Pembangunan Suprayogi, Camat Senen Erick, Manpol PP Senen berserta Jajaran.
“Ini bukan hanya soal satu anak, tapi bagaimana negara hadir memastikan setiap anak punya kesempatan yang sama untuk masa depan yang lebih baik,” Tutup Wali Kota Jakarta Pusat.
