Bernasindo.com, Jakarta –Tepat 8 bulan lalu, yakni pada tanggal 25 April 2025, terjadi musibah kebakaran yang menghanguskan delapan rumah yang didalamnya ditempati sebanyak 44 jiwa di RT 16 RW 01 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Dari musibah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melalui Baznas Bazis Jakarta Pusat menginisiasi untuk dilakukan program bedah rumah bagi para korban kebakaran yang sebelumnya telah dilakukan identifikasi sesuai kriteria duafa penerima bantuan.
Hari ini ditengah guyuran hujan, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama jajaran terkait melakukan penyerahan simbolis kunci bedah rumah bagi enam warga eks korban kebakaran yang telah rampung diselesaikan.
Arifin mengatakan, ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah kota bersama Bazis Baznas Jakarta Pusat yang telah merampungkan program bedah rumah ini selama 1 bulan lamanya.
“Kalau kita melihat kebelakang, akan ada pelajaran yang dipetik saat musibah kebakaran tersebut datang. Tentunya kita harus lebih memperhatikan kondisi lingkungan dengan tidak menggunakan alat listrik yang sembarangan ataupun kelalaian lainnya yang diakibatkan ulah tangan kita sendiri,” ujarnya.
“Mungkin pengadaan APAR disetiap lingkungan terlebih yang rawan kebakaran harus ditingkatkan, itu salah satu juga untuk mengantisipasi kebakaran yang cepat meluas,” imbuhnya.
Arifin juga mengucapkan selamat kepada para pemilik rumah atas tersedianya bangunan yang layak untuk ditempati.
“Saya ucapkan selamat dan juga berpesan untuk menjaga dan merawat apa-apa yang telah ada sekarang ini. Dijaga bangunannya, semoga dapat bermanfaat untuk kehidupan yang layak,” katanya.
Sementara itu, Yuyun Ria Ningsih (42 tahun) salah satu warga eks korban kebakaran yang menerima bantuan ini mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam program bedah rumah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat ini.
“Syukur Alhamdulillah saya dan keluarga dapat menempati rumah yang sebelumnya sudah terkena kebakaran. Posisi rumah saya ada di belakang, jadi pas terjadi kebakaran waktu itu, saya melihat dari atas rumah saya, kemudian turun, dan menyelamatkan diri,” tuturnya.
“Saya tinggal bersama empat anggota keluarga lainnya di rumah ini. Besar harapan saya setelah kita menempati rumah ini kembali, kita dapat hidup dengan baik dan tentunya dapat menjaga serta merawat rumah ini,” tutupnya.
(Rls/Kominfotik JP)
