Pokja PWI Jakpus Gelar Bimtek 2025: Kesit Budi Handoyo Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Hukum di Era Digital

 

Bernasindo.com, Bogor, – Pokja PWI Wali Kota Jakarta Pusat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) 2025 bertema “Meningkatkan Profesionalisme Wartawan Melalui Pemahaman Hukum dan Etika Jurnalistik di Era Digitalisasi” di Villa Java, Cisarua, Bogor, 22–23 November 2025. Kegiatan ini menjadi upaya konkret meningkatkan kompetensi wartawan di tengah derasnya arus informasi digital dan tuntutan publik terhadap jurnalisme berkualitas.

Ketua PWI DKI Jakarta Kesit Budi Handoyo membuka secara resmi kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa penyegaran pemahaman hukum dan etika bukan sekadar formalitas, tetapi kebutuhan mendesak yang harus dipegang setiap jurnalis.

“Bimtek ini kita selenggarakan untuk merefresh kembali tugas-tugas profesi kita. Semakin tinggi profesionalisme, semakin baik kualitas kerja yang dihasilkan,” ujar Kesit, Sabtu (22/11/2025). Ia menekankan bahwa kerja sama antara PWI Jaya dan Pokja PWI Jakpus menjadi faktor penting terlaksananya acara ini dengan baik.

Tegaskan Implementasi UU Pers dan UU KIP

Dalam materi yang ia sampaikan, Kesit mengingatkan kembali pentingnya pemahaman UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Menurutnya, kedua regulasi tersebut harus menjadi “kompas kerja” setiap jurnalis di lapangan.

“UU KIP menjamin hak publik memperoleh informasi. Badan publik wajib menyediakan informasi secara cepat, tepat waktu, dan berbiaya ringan. Di sana juga diatur kewajiban adanya PPID di setiap lembaga,” tegasnya.

Kesit menegaskan, wartawan yang memahami hukum tidak hanya kuat dalam verifikasi dan akurasi, tetapi juga mampu menjaga kredibilitas media di tengah meningkatnya misinformasi.

PWI: Wartawan Harus Jaga Transparansi Publik

Kesit mendorong peserta Bimtek untuk meningkatkan kualitas publikasi agar kepercayaan publik terhadap pers tetap terjaga. Ia menilai, wartawan masa kini harus mampu memadukan etika jurnalistik dengan kecepatan kerja tanpa mengorbankan akurasi.

“Kepercayaan publik atas kebenaran berita yang dipublikasikan menjadi parameter wartawan yang kompeten dan profesional,” tegasnya.

Tiga Pemateri Ungkap Tantangan Profesi

Bimtek menghadirkan tiga narasumber yang dianggap memiliki pengalaman strategis dalam dunia pers dan komunikasi:

Kesit Budi Handoyo – Optimalisasi Peran dan Fungsi Pokja PWI Jaya

Pangihutan Simatupang – Kode Etik Jurnalistik dan penerapannya di lapangan

Dr. Bagus Sudarmanto – Teknik undercover reportingonalisme dan risiko profesi

Ketiga materi tersebut dipandang relevan dengan kondisi industri media yang menghadapi tantangan akurasi, disrupsi digital, dan derasnya tekanan publik terhadap transparansi informasi.

Penguatan Kapasitas Jurnalis Jadi Prioritas

Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali pemahaman hukum, etika, serta teknik peliputan mendalam. Program ini sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan kualitas jurnalis Jakarta yang menjadi sorotan media nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Bimtek 2025 ini diharapkan memperkuat profesionalisme wartawan PWI Jaya, sekaligus menjadi momentum mempertegas komitmen organisasi dalam menjaga marwah pers di tengah dinamika digital.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *